Boyolali – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) IDBU 12 Universitas Diponegoro IDBU-12 Kelompok 2 Desa Tawangsari melaksanakan program Manajemen Koleksi Inklusif Pojok Baca Sriekandi Patra sebagai upaya meningkatkan akses informasi bagi seluruh anggota komunitas. Kegiatan ini dilaksanakan di Sekretariat Komunitas Sriekandi Patra, Desa Tawangsari, Kecamatan Teras, Kabupaten Boyolali, sebagai bagian dari program pemberdayaan literasi berbasis komunitas yang inklusif.

Program ini berangkat dari kebutuhan akan pengelolaan koleksi yang lebih tertata sehingga bahan bacaan yang tersdia mudah ditemukan dan dimanfaatkan oleh seluruh anggota komunitas. Sriekandi Patra merupakan komunitas yang beranggotakan penyandang disabilitas dengan berbagai aktivitas produktif, salah satunya membatik. Oleh karena itu, pengembangan pojok baca dirancang dengan mengedepankan prinsip inklusivitas agar setiap anggota memiliki kesempatan yang sama dalam memperoleh informasi dan pengetahuan.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN melakukan proses identifikasi dan inventarisasi seluruh koleksi yang tersedia, kemudian mengelompokkan bahan pustaka berdasarkan subjek agar lebih sistematis. Setiap buku diberikan label klasifikasi serta kode koleksi untuk mempermudah proses penataan dan penelusuran. Selain itu, rak buku juga dihadirkan dan disusun sesuai kategori sehingga pengunjung dapat menemukan bahan bacaan dengan lebih cepat dan mudah.

Sebagai bentuk penguatan layanan yang ramah bagi seluruh pengguna, tim KKN turut menambahkan koleksi buku mengenai bahasa isyarat Indonesia sebagai media pembelajaran dasar bagi masyarakat maupun anggota komunitas. Kehadiran koleksi ini diharapkan mampu mendukung komunikasi yang lebih inklusif sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya menghargai keberagaman.
Tidak hanya melakukan penataan fisik koleksi, mahasiswa KKN juga menyusun sistem administrasi sederhana berupa buku inventaris koleksi yang dapat digunakan oleh pengelola untuk mendata penambahan maupun peminjaman bahan pustaka di masa mendatang. Sistem ini diharapkan mampu mendukung keberlanjutan pengelolaan Pojok Baca Sriekandi Patra secara mandiri.
Ketua pelaksana program, Minan Faiz Fausta Rafa, menyampaikan bahwa pengelolaan koleksi yang baik merupakan salah satu fondasi penting dalam membangun budaya literasi di masyarakat. “Pojok baca tharus berkembang bukan hanya untuk menyimpan buku, tetapi juga menjadi ruang berkarya, belajar, berdaya, dan mampu memberikan manfaat bagi seluruh anggota komunitas tanpa terkecuali,” ujarnya.
Melalui program Manajemen Koleksi Inklusif Pojok Baca Sriekandi Patra, mahasiswa KKN Universitas Diponegoro berharap keberadaan pojok baca dapat menjadi pusat literasi komunitas yang berkelanjutan. Dengan koleksi yang tertata, mudah diakses, serta memperhatikan kebutuhan berbagai kalangan, pojok baca diharapkan mampu mendorong peningkatan minat baca, memperluas akses informasi, serta memperkuat semangat pemberdayaan masyarakat di Desa Tawangsari.
Penulis: Minan Faiz Fausta Rafa. Universitas Diponegoro


