Diponegoro, Zupita Agrestina Indrawati, melaksanakan program kerja multidisiplin berupa pengolahan dan penataan koleksi di Perpustakaan Desa Tawangsari, Kecamatan Teras, Kabupaten Boyolali pada Juli 2026. Program ini dilaksanakan guna membenahi pengelolaan koleksi yang belum terinventarisasi dan terklasifikasi secara sistematis, sekaligus mengembangkan Perpustakaan Desa sebagai pusat layanan literasi yang mudah diakses oleh masyarakat.

Gambar 1. Kunjungan DPL di Perpustakaan Desa Tawangsari
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) IDBU 12 Universitas
Program ini dilaksanakan berdasarkan hasil observasi yang menunjukkan bahwa Desa Tawangsari belum memiliki perpustakaan desa yang berfungsi secara optimal, sehingga masyarakat belum memiliki fasilitas membaca dan belajar yang mudah diakses. Koleksi buku yang ada juga belum dikelola secara sistematis, belum dikelompokkan berdasarkan kategori, serta belum tersedia ruang baca yang nyaman, sehingga pemanfaatan koleksi masih rendah. Di sisi lain, Balai Desa Tawangsari dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi pusat layanan literasi desa, karena merupakan pusat pelayanan dan kegiatan masyarakat yang mudah dijangkau oleh seluruh warga, serta memiliki ruang yang dapat dimanfaatkan sebagai perpustakaan.

Gambar 2. Proses Pengolahan Koleksi Perpustakaan
Program kerja tersebut dilakukan melalui lima tahapan, yaitu observasi kebutuhan dan kondisi ruang, inventarisasi koleksi, klasifikasi dan katalogisasi, pelabelan buku yang dibantu dengan sistem otomasi perpustakaan, yaitu SLiMS (Senayan Library Management System), serta penataan (shelving) koleksi di rak sesuai hasil klasifikasi.
Sebanyak 249 judul buku dengan total 306 eksemplar berhasil diinventarisasi, diklasifikasikan menggunakan pedoman Dewey Decimal Classification (DDC), dan diberi label untuk memenuhi kebutuhan masyarakat desa dari berbagai kelompok usia. Koleksi terbagi menjadi dua jenis, yaitu koleksi anak (82 judul) dan koleksi umum (167 judul) yang disusun terpisah ke dalam sepuluh kelas utama DDC (000–900), dengan penanda kategori berupa label warna pada setiap kelompok subjek agar mudah dikenali oleh pengelola maupun pengunjung.
Selain menata koleksi, program ini menghasilkan Perpustakaann Desa Tawangsari sebagai layanan literasi desa, rak koleksi beserta penanda kategori, dan modul pengelolaan perpustakaan desa yang memuat panduan pengolahan koleksi secara sederhana. Modul tersebut disusun agar pengelola perpustakaan kedepannya dapat melanjutkan inventarisasi, klasifikasi, pelabelan, dan penataan koleksi secara mandiri setelah program KKN berakhir.
Harapannya, Perpustakaan Desa Tawangsari dapat berkembang menjadi ruang belajar dan membaca yang aktif dimanfaatkan oleh seluruh lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Dengan sistem pengelolaan koleksi yang lebih terstruktur serta adanya modul sebagai panduan operasional, perpustakaan diharapkan mampu mendukung peningkatan budaya literasi masyarakat Desa Tawangsari dalam jangka panjang.

Gambar 3. Perpustakaan Desa Tawangsari


