Temanggung, 31 Mei 2026 — Ilmu Perpustakaan dan Informasi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro turut berperan dalam Program Pengabdian Masyarakat bersama Alumni UNDIP melalui kegiatan aktivasi Perpustakaan Lestari di Desa Campuranom, Kecamatan Bansari, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, Minggu (31/5/2026).
Kegiatan ini berada di bawah naungan program Enhancing Quality Education for International University Impacts and Recognition atau EQUITY dengan mengangkat tema “Aktivasi Perpustakaan dan Peningkatan Literasi Melalui Pengenalan Kekayaan Alam dan Kearifan Lokal di Desa Campuranom Bersama Mahasiswa Internasional UNDIP.”
Program tersebut melibatkan dosen, mahasiswa UNDIP, mahasiswa internasional, alumni, Karang Taruna Desa Campuranom, serta masyarakat setempat. Dari Fakultas Ilmu Budaya UNDIP, kegiatan ini melibatkan Zulfa Avidiansyah, S.IIP., M.A., dosen Ilmu Perpustakaan dan Informasi. Kegiatan ini juga diinisiasi bersama dosen Administrasi Bisnis FISIP UNDIP, Ardy Wibowo, S.S.T., M.B.A., Ph.D. dan Rendy Ega Pradhana, M.A.B., serta bekerja sama dengan Nadia Indah Kurnawati, S.Ars., alumni S1 Arsitektur UNDIP.
Desa Campuranom dipilih sebagai lokasi pengabdian karena memiliki Perpustakaan Lestari sebagai perpustakaan desa. Keberadaan perpustakaan ini menjadi potensi penting dalam penguatan budaya literasi masyarakat, mengingat tidak semua desa memiliki fasilitas perpustakaan yang dapat dikembangkan sebagai ruang baca, ruang belajar, dan pusat aktivitas pengetahuan.
Perpustakaan Lestari saat ini memiliki lebih dari 1.000 koleksi buku dengan genre yang beragam, mulai dari pertanian, motivasi, novel, hingga cerita anak. Koleksi tersebut menunjukkan bahwa Perpustakaan Lestari memiliki modal awal yang kuat untuk mendukung aktivitas literasi masyarakat, khususnya anak-anak dan generasi muda di Desa Campuranom.
Meski demikian, berdasarkan analisis situasi yang dilakukan, Perpustakaan Lestari belum beroperasi secara optimal. Tingkat literasi masyarakat, terutama pada kelompok usia anak-anak, masih perlu ditingkatkan. Selain itu, keterbatasan dana pembangunan menyebabkan penataan interior perpustakaan belum sepenuhnya selesai.
Kondisi ruang perpustakaan juga masih menghadapi sejumlah kendala, antara lain minimnya ventilasi serta ketinggian atap yang relatif rendah. Hal tersebut menyebabkan suhu ruangan terasa panas pada siang hari, sehingga masyarakat cenderung enggan berlama-lama di perpustakaan.
Karang Taruna Desa Campuranom sebagai ujung tombak pengelolaan Perpustakaan Lestari merumuskan sejumlah permasalahan utama yang perlu ditangani. Permasalahan tersebut mencakup aspek pendidikan, sosial-budaya, dan lingkungan. Pada aspek pendidikan, perhatian diarahkan pada peningkatan akses dan kualitas literasi anak-anak. Pada aspek sosial-budaya, perpustakaan diharapkan dapat berperan dalam pelestarian budaya lokal dan penguatan identitas komunitas. Sementara pada aspek lingkungan, perpustakaan dapat menjadi ruang pembelajaran untuk mengenal dan menjaga ekosistem setempat.

Gambar 1. Dokumentasi kondisi sebelum dan sesudah aktivasi fasilitas Perpustakaan Lestari Desa Campuranom. Sumber: Pengelola Perpustakaan Lestari dan Tim Pengabdian EQUITY UNDIP, 2026.
Melalui kegiatan pengabdian ini, tim UNDIP melakukan aktivasi Perpustakaan Lestari sebagai upaya mengoptimalkan fungsi perpustakaan desa. Aktivasi dilakukan dengan mendorong penataan fasilitas, peningkatan kenyamanan ruang, serta penguatan kegiatan literasi yang sesuai dengan kebutuhan anak-anak dan masyarakat setempat.
Keterlibatan dosen Ilmu Perpustakaan dan Informasi FIB UNDIP menjadi bagian penting dalam pengembangan program ini. Perspektif ilmu perpustakaan diperlukan untuk melihat perpustakaan tidak hanya sebagai tempat menyimpan buku, tetapi juga sebagai ruang interaksi, pusat belajar masyarakat, dan sarana pemberdayaan komunitas.
Selain berfokus pada ruang perpustakaan, kegiatan ini juga mengembangkan pendekatan literasi berbasis pengalaman. Anak-anak Desa Campuranom diajak mengikuti kegiatan jelajah alam bersama mahasiswa UNDIP dan mahasiswa internasional. Dalam kegiatan tersebut, anak-anak mengenal berbagai tumbuhan di sekitar desa, kemudian melakukan analisis sederhana mengenai nama tumbuhan, nama latin, deskripsi, serta manfaatnya.

Gambar 2. Anak-anak Desa Campuranom mempresentasikan hasil analisis tumbuhan dalam kegiatan literasi berbasis pengenalan kekayaan alam dan kearifan lokal bersama mahasiswa internasional UNDIP. Sumber: Tim Pengabdian EQUITY UNDIP, 2026.
Kegiatan jelajah alam ini menjadi bagian dari upaya memperluas makna literasi. Anak-anak tidak hanya diajak membaca buku, tetapi juga membaca lingkungan sekitar, memahami potensi alam desa, dan menghubungkannya dengan pengetahuan yang mereka peroleh melalui diskusi dan presentasi.
Selain mengenal kekayaan alam, tim pengabdian juga diperkenalkan pada budaya lokal Desa Campuranom. Salah satunya melalui pertunjukan kesenian tradisional jaran kepang yang dibawakan oleh anak-anak desa. Desa Campuranom juga memiliki kekayaan kuliner lokal, seperti nasi gono, yang menjadi bagian dari identitas sosial-budaya masyarakat setempat.
Kepala Desa Campuranom, Wirawan, menyampaikan harapannya agar aktivasi perpustakaan dapat mendorong semangat belajar anak-anak desa.
“Program aktivasi perpustakaan diharapkan bisa meningkatkan motivasi anak-anak dalam belajar. Kami juga berharap anak-anak di sini dapat melanjutkan sekolah sampai pendidikan tinggi,” ujarnya.
Pengelola Perpustakaan Lestari juga menyampaikan bahwa aktivasi perpustakaan diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan anak-anak saat berkunjung, baik untuk membaca, belajar bersama, maupun mengikuti kegiatan literasi.
Melalui kegiatan ini, FIB UNDIP menegaskan peran keilmuan Ilmu Perpustakaan dan Informasi dalam mendukung penguatan literasi masyarakat. Aktivasi Perpustakaan Lestari diharapkan menjadi langkah awal bagi pengembangan perpustakaan desa yang lebih hidup, inklusif, dan berkelanjutan sebagai pusat pembelajaran masyarakat Desa Campuranom.


