Dosen IPI UNDIP Dorong Perpustakaan Desa Menjadi Produsen Pengetahuan Komunitas

BOYOLALI — Dosen Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro, Fuad Wahyu Prabowo, S.I.P., M.A., menjadi narasumber bimbingan teknis literasi informasi yang diselenggarakan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Boyolali, Kamis (23/7/2026), di Ruang Audiovisual Lantai 2 Perpustakaan Daerah Kabupaten Boyolali “Remen Maos”, Jalan Pandanaran Nomor 167, Siswodipuran, Boyolali.
Kegiatan yang diikuti 50 peserta dari kalangan pustakawan, komunitas literasi, dan pengelola Forum Taman Bacaan Masyarakat (FTBM) se-Kabupaten Boyolali itu mengangkat tema “Inovasi Layanan Perpustakaan dan Pemberdayaan Komunitas melalui Literasi Informasi”.
Dalam paparannya, Fuad menawarkan pembacaan ulang atas konsep inovasi layanan. Menurutnya, inovasi tidak identik dengan pengadaan teknologi baru, melainkan terletak pada perubahan manfaat inti yang ditawarkan serta perubahan posisi masyarakat di dalam layanan tersebut. “Kalau yang berubah hanya alatnya, dari kertas menjadi layar, sementara manfaat dan peran warganya tetap sama, itu baru ganti wadah,” ujarnya. Gagasan itu ia tautkan pada kajian ilmu perpustakaan yang menempatkan misi pustakawan bukan pada pengelolaan koleksi semata, melainkan pada pemfasilitasan penciptaan pengetahuan di dalam komunitas.


Sebagai ilustrasi, ia memaparkan program KALOKA (Kearifan dan Literasi Lokal Desa) di Desa Sobokerto, Kecamatan Ngemplak. Program berskema Iptek bagi Daerah Binaan Undip (IDBU) itu merupakan kerja kolektif Tim KKN IDBU 7 Universitas Diponegoro bersama Desa Sobokerto dan Dinas Kearsipan Dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah.
Melalui kasus tersebut, Fuad menunjukkan bahwa alur kerja dokumentasi kearifan lokal, mulai dari penyusunan skema metadata, pengumpulan sumber lisan, transkripsi, kurasi dan verifikasi, hingga publikasi, pada dasarnya menjalankan siklus literasi informasi secara utuh.
Sesi turut membahas etika dokumentasi pengetahuan lokal, meliputi kepemilikan pengetahuan, persetujuan narasumber, dan perlakuan terhadap pengetahuan sakral. Pada bagian akhir, peserta memperoleh strategi replikasi berbiaya rendah bagi taman bacaan dengan sumber daya terbatas, antara lain repositori sederhana, lembar dokumentasi bermetadata minimum, pemisahan petugas pengumpul dan pemverifikasi, serta lembar persetujuan narasumber.
Kegiatan ini sekaligus menegaskan kontribusi bidang ilmu perpustakaan dan informasi terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), yakni Tujuan 4 tentang pendidikan bermutu, Tujuan 11 mengenai perlindungan warisan budaya, Tujuan 16 tentang akses publik terhadap informasi, dan Tujuan 17 mengenai kemitraan.
Keikutsertaan sebagai narasumber menjadi salah satu bentuk pelaksanaan darma pengabdian kepada masyarakat sivitas akademika Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Undip, sekaligus sarana hilirisasi hasil kajian ke ranah praktik pengelolaan perpustakaan di daerah.

Bagikan di:

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Berita terkait