UGC 2026: Mengenal Transformasi Perpustakaan di Era Teknologi Digital

Semarang, 24 September 2026 – Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro melaksanakan program Undip Global Classroom (UGC) yang diikuti oleh mahasiswa baru angkatan 2026. Mengusung tajuk “ICT in Digital Libraries: Transforming Information Services for a Digital World“, kegiatan ini menghadirkan narasumber utama Ts. Dr. Siti Fadzilah Mat Noor, Ph.D, dosen senior dan Assistant Dean (Teaching & CITRA) dari Pusat Teknologi Perangkat Lunak dan Pengurusan (SOFTAM), Fakultas Teknologi dan Sains Informasi, Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM). Dalam pembukaannya, beliau menegaskan bahwa Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) merupakan ekosistem terpadu yang menggabungkan perangkat keras, perangkat lunak, jaringan, data, manusia, hingga kebijakan untuk mentransformasi cara manusia mengumpulkan, mengelola, menyimpan, serta mendiseminasikan pengetahuan.

Dalam pemaparannya, Ts. Dr. Siti Fadzilah menjelaskan evolusi perpustakaan yang bertransformasi secara berkesinambungan dari sistem tradisional berbasis cetak dan manual, menuju era otomatisasi, perpustakaan digital, hingga menjadi perpustakaan cerdas (smart libraries). Perubahan ini ditopang oleh arsitektur TIK modern seperti Integrated Library System (ILS) yang mengintegrasikan alur kerja akuisisi, pengolahan katalog berstandar MARC, sirkulasi berbasis barcode/RFID, serta pelaporan analitis. Layanan inti perpustakaan digital juga semakin diperkuat melalui penyediaan Online Public Access Catalog (OPAC) sebagai pintu gerbang akses global, basis data jurnal elektronik berlangganan, repositori institusi untuk preservasi luaran akademis, hingga layanan referensi virtual waktu nyata (real-time).

Selain infrastruktur dasar, beliau menyoroti pemanfaatan teknologi masa depan (emerging technologies) seperti Artificial Intelligence (AI) untuk pembuatan metadata otomatis dan chatbot referensi 24/7, Internet of Things (IoT) dan RFID untuk rak pintar (smart shelves) serta pelacakan inventaris, cloud computing untuk penyimpanan repositori berskala besar, hingga teknologi imersif berupa Virtual Reality (VR) dan Augmented Reality (AR). Sebagai contoh konkret adopsi teknologi imersif, beliau membagikan implementasi di Perpustakaan Negara Malaysia melalui Immersive Learning Centre serta pemanfaatan katalog digital GEMILANG di Perpustakaan Tun Seri Lanang UKM. Kendati demikian, beliau menekankan pentingnya adopsi AI secara bertanggung jawab di lingkungan perpustakaan dengan senantiasa memperhatikan aspek etika, privasi, hak cipta, dan akurasi, di mana kecerdasan buatan hadir untuk memperkuat pertimbangan profesional pustakawan (human judgement), bukan menggantikannya.

Sesi pemaparan diakhiri dengan penegasan bahwa meskipun teknologi terus berkembang pesat, misi utama institusi informasi tidak pernah berubah, yaitu menghubungkan masyarakat dengan informasi yang sahih dan berkualitas. Melalui prinsip user-centered design dan tata kelola keamanan data yang baik, penerapan TIK diharapkan mampu meningkatkan kepuasan dan pengalaman pengguna (user experience). Kegiatan UGC ini diharapkan memberikan wawasan akademis yang komprehensif bagi mahasiswa baru prodi Ilmu Perpustakaan dan Informasi FIB UNDIP mengenai tren TIK global, sekaligus memperkuat jalinan kolaborasi akademis dan riset internasional antara Universitas Diponegoro dan Universiti Kebangsaan Malaysia.

Bagikan di:

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Berita terkait