Boyolali, 24 Juni 2026 – Tim Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) IDBU 15 Universitas Diponegoro 2026 melaksanakan survei awal ke Desa Banyudono, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali sebagai bagian dari persiapan program “Pendampingan Pengelolaan Perpustakaan Desa sebagai Upaya Meningkatkan Literasi Desa Banyudono Kecamatan Banyudono Kabupaten Boyolali.” Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan mahasiswa serta empat dosen pembimbing, yaitu Mecca Arfa, S.S., S.IP., M.IP., Yuli Rohmiyati, S.Sos., M.Si., Ph.D., Ika Krismayani, S.IP., M.IP., dan Aris Anwaril Muttaqin, Lc., M.S.I., Ph.D.

Kunjungan ini bertujuan untuk melakukan identifikasi awal terhadap kondisi perpustakaan desa sekaligus meninjau lokasi yang akan digunakan sebagai posko mahasiswa selama pelaksanaan KKN-T IDBU yang dijadwalkan berlangsung pada 2 Juli–10 Agustus 2026.
Tim disambut oleh perangkat Desa Banyudono, diantaranya Kepala Desa Dwi Tanto, Sekretaris Desa Anton, Katot selaku pengurus desa, Joko sebagai Penanggung Jawab Perpustakaan Desa, serta Klik selaku Kepala Dusun (Bayan). Dalam pertemuan tersebut, pemerintah desa menyampaikan berbagai informasi mengenai kondisi geografis, potensi, serta program pembangunan yang tengah dijalankan di Desa Banyudono.
Dalam sesi survei, tim mengunjungi perpustakaan desa untuk melihat kondisi fasilitas, koleksi, serta tata kelola perpustakaan yang nantinya akan menjadi fokus program pendampingan mahasiswa. Hasil pengamatan awal menunjukkan bahwa perpustakaan desa memiliki potensi untuk terus dikembangkan sebagai pusat literasi masyarakat, baik melalui penguatan manajemen perpustakaan, peningkatan layanan, maupun pengembangan program literasi berbasis masyarakat.

Selain meninjau perpustakaan, tim juga melakukan survei lokasi posko KKN yang akan menjadi pusat aktivitas mahasiswa selama masa pengabdian. Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan sarana dan prasarana yang mendukung kelancaran pelaksanaan program kerja mahasiswa di lapangan.
Secara geografis, Desa Banyudono memiliki lokasi yang strategis. Jarak dari Balai Desa Banyudono menuju pusat Kecamatan Banyudono hanya sekitar 1 kilometer. Desa ini juga berdekatan dengan kawasan Pengging, yang dikenal memiliki berbagai destinasi wisata, mulai dari wisata air, wisata kuliner, wisata religi, hingga alun-alun yang menjadi pusat aktivitas masyarakat. Selain itu, akses menuju kawasan Kartasura dan pusat perbelanjaan di sekitarnya juga cukup dekat, yakni sekitar 5–7 kilometer dari desa.
Desa Banyudono juga memiliki potensi ekonomi yang cukup besar melalui berbagai produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Beberapa produk unggulan yang telah berkembang di masyarakat antara lain olahan tahu dan tempe, kerupuk rambak berbahan kulit sapi dan kerbau, serta lentho, makanan khas berbahan dasar kacang tanah dan kacang tholo (brol) yang dikenal memiliki cita rasa renyah, tahan lama, dan tidak mudah basi. Potensi-potensi tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari program pemberdayaan masyarakat yang akan dikembangkan oleh mahasiswa selama pelaksanaan KKN-T.
Ketua Dosen Pembimbing Lapangan KKN-T IDBU 15, Mecca Arfa, S.S., S.IP., M.IP., menyampaikan bahwa survei awal ini merupakan langkah penting untuk memahami kondisi riil desa sehingga program yang dirancang dapat sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Melalui survei ini, kami ingin memastikan bahwa program pendampingan pengelolaan perpustakaan desa yang akan dilaksanakan benar-benar relevan dengan kebutuhan Desa Banyudono. Kami juga melihat adanya potensi besar di bidang literasi dan pengembangan UMKM yang dapat dikolaborasikan selama kegiatan KKN-T berlangsung,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Universitas Diponegoro berharap program KKN-T IDBU 15 dapat memberikan kontribusi nyata dalam penguatan literasi masyarakat, pengembangan perpustakaan desa, serta pemberdayaan potensi lokal Desa Banyudono secara berkelanjutan.
Tim Publikasi KKN-T IDBU 15
Program Studi Ilmu Perpustakaan
Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro
Semarang, Indonesia.


