Visiting Lecturer: Enhancing Critical Thinking Skills in the Use of Generative AI, Fact-Checking, and Decision-Making

Semarang, 25 Mei 2026 – Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro menyelenggarakan kuliah umum dengan tema “Enhancing Critical Thinking Skills in the Use of Generative AI, Fact-Checking, and Decision-Making” yang dibawakan oleh Dr. Hamzah Osop, Dosen dari Wee Kim Wee School of Communication and Information, Nanyang Technological University.

Dr. Hamzah Osop merupakan pakar di bidang Data Analytics, Generative AI, dan Information Retrieval. Ia memulai karier akademiknya pada 1999 di National University of Singapore, kemudian meraih gelar PhD di Queensland University of Technology pada 2018 dengan fokus Computer Science. Dr. Hamzah Osop memiliki segudang publikasi seperti berbagai conference paper, journal paper, book chapter, conference proceedings, innovation, dan lain sebagainya. Selain itu, ia juga berperan aktif dalam melakukan pengajaran dan pengabdian, baik di tingkat sekolah, komunitas akademik, hingga pelajar di berbagai tingkatan yakni master, PhD, serta post-doctoral. 

Dr. Hamzah Osop menjelaskan berbagai penerapan atau Key Use Cases dalam Large Language Model (LLM) atau Generative AI. Pada pembahasan ini, terdapat berbagai elemen yang menjadi poin penting, yakni Retrieval-Augmented, Multimodal AI, serta Code Generation yang dibedah secara komprehensif sebagai pembuka sesi materi. Dr. Hamzah Osop juga memaparkan mengenai penelitian yang pernah ia tekuni, mengenai penggunaan GenAI seperti Gemini dan ChatGPT dalam lingkup akademik. Hasil penelitian membuktikan bahwa terdapat peningkatan minat pelajar dan pengajar dalam memanfaatkan GenAI, walaupun masih terdapat berbagai batasan yang berimplikasi pada inakurasi, misinformasi, dan ketidakjelasan sumber data yang dihasilkan. 

Lebih lanjut, Dr. Hamzah Osop memperkenalkan Nudgr App sebagai fitur yang mampu melakukan intervensi strategis terhadap perubahan perilaku pelajar yang bertujuan untuk meningkatkan kredibilitas informasi serta kemampuan berpikir kritis atas informasi. Penerapan digital nudge melalui Nudgr App yang bertindak sebagai fitur pop-up pada setiap halaman alat GenAI menjadi solusi praktis untuk memicu konsistensi mereka dalam melakukan verifikasi dan/atau fact-checking terhadap informasi yang dirumuskan GenAI. Dalam sesi ini, Dr. Hamzah Osop merincikan struktur dan cara kerja Nudgr App yang telah diaplikasikan dan dievaluasikan terhadap para pelajar di bidang STEMM dan SHAPE. 

Ia juga memperkenalkan penelitiannya perihal fact-checking behaviours dalam penggunaan GenAI untuk pembelajaran. Selain itu, Dr. Hamzah Osop beralih ke pembahasan terakhir mengenai verifikasi dan temu kembali informasi menggunakan GenAI. Ia melakukan penjabaran terkait penelitiannya yang bertujuan untuk bagaimana merumuskan solusi praktis dalam mendeteksi kebenaran informasi kesehatan dari konten di platform media sosial secara cepat dan akurat dengan menggabungkan kecerdasan LLM dan basis pengetahuan medis yang sudah ada. Sehingga dengan ini, informasi yang dihasilkan dapat terverifikasi.

Dalam sesi tanya jawab, sejumlah peserta yang antusias mengajukan pertanyaan kepada Dr. Hamzah Osop terkait materi yang telah dipaparkan. Salah satunya, Rizqyana yang menanyakan “To what extent does antropomorphism affect a student’s internal motivation to conduct fact-checking?”. Menanggapi hal tersebut, Dr. Hamzah Osop menekankan bahwa penggunaannya pada Generative AI cenderung membuat pelajar melakukan penerimaan informasi tanpa verifikasi, sehingga dibutuhkan sistem analitis yang mengadakan transparansi sumber data di mana pelajar dapat selayaknya tetap terstimulasi untuk berpikir kritis.

Penulis: Chelsya Rahma Cahyani

Bagikan di:

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Berita terkait