Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro kembali menyelenggarakan kegiatan UNDIP Global Classroom dalam rangka program World Class University. Kegiatan ini menghadirkan narasumber internasional, Prof. Ts. Dr. Mohamad Noorman Masrek dari Universiti Teknologi MARA (UiTM) dengan tema “Future Libraries Related to Library Management”.

Kegiatan dilaksanakan dalam dua sesi, yaitu pada Senin, 4 Mei 2026 dan Jumat, 8 Mei 2026 secara daring melalui Zoom Meeting. Kuliah tamu ini diikuti oleh mahasiswa, dosen, serta peserta umum yang tertarik pada perkembangan perpustakaan dan manajemen informasi di era digital.
Dalam pemaparannya, Prof. Noorman Masrek menjelaskan bahwa imajinasi masyarakat mengenai perpustakaan masa depan selama ini sangat dipengaruhi oleh perkembangan teknologi, seperti layanan berbasis Artificial Intelligence (AI), sistem otomatisasi, hingga pengalaman pengguna yang serba digital. Namun, beliau menegaskan bahwa konsep perpustakaan masa depan tidak hanya berfokus pada teknologi, melainkan juga pada strategi manajemen yang mendasarinya.
Narasumber kemudian memperkenalkan berbagai contoh perpustakaan futuristik di dunia yang telah mengimplementasikan konsep inovatif dalam pengelolaan layanan dan ruang perpustakaan. Beberapa perpustakaan yang dibahas antara lain Tianjin Binhai Library yang dikenal dengan desain arsitektur imersifnya, Helsinki Central Library Oodi yang mengedepankan makerspace dan kreativitas digital, hingga Joe and Rika Mansueto Library yang memanfaatkan sistem robotik dalam pengelolaan koleksi. Selain itu, terdapat pula pembahasan mengenai Qatar National Library yang berhasil mengintegrasikan koleksi warisan budaya dengan akses digital modern.

Melalui berbagai studi kasus tersebut, peserta diajak memahami bahwa perpustakaan masa depan tidak lagi berorientasi semata pada koleksi (collection-centred), tetapi berkembang menjadi layanan berbasis pengalaman pengguna (service-centred). Perpustakaan juga dipandang sebagai ruang publik multifungsi yang mendukung kreativitas, pembelajaran sepanjang hayat, serta keterlibatan komunitas.
Pada sesi berikutnya, pembahasan difokuskan pada transformasi perpustakaan di era AI. Prof. Noorman Masrek menjelaskan bahwa kehadiran AI mengubah perpustakaan dari sekadar penyedia akses informasi menjadi ruang interaksi pengetahuan. Teknologi AI memungkinkan hadirnya layanan seperti AI-assisted discovery, pencarian berbasis percakapan, dukungan pengetahuan yang dipersonalisasi, hingga generasi konten otomatis.
Meski demikian, beliau menekankan bahwa teknologi tidak akan menggantikan pustakawan. Sebaliknya, peran pustakawan akan mengalami redefinisi menjadi mediator AI, pendidik literasi digital, konsultan riset, interpreter data, hingga penasihat etika informasi. Oleh karena itu, pustakawan masa depan dituntut memiliki kompetensi seperti kecerdasan digital, literasi data, pemahaman AI, kemampuan berpikir kritis, komunikasi, dan adaptabilitas.
Selain peluang, kegiatan ini juga membahas berbagai tantangan dalam pengembangan perpustakaan masa depan, mulai dari tingginya biaya teknologi, keterbatasan anggaran, resistensi staf, hingga cepatnya perubahan teknologi. Narasumber menegaskan bahwa inovasi harus didasarkan pada kebutuhan pengguna dan tujuan institusi, bukan sekadar mengikuti tren teknologi.

Melalui kegiatan UNDIP Global Classroom ini, peserta memperoleh wawasan global mengenai arah perkembangan perpustakaan dan pentingnya strategi manajemen yang adaptif terhadap transformasi digital. Kegiatan ini juga menjadi bentuk komitmen Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Universitas Diponegoro dalam memperluas kolaborasi internasional sekaligus mempersiapkan calon pustakawan dan pengelola informasi yang siap menghadapi tantangan masa depan.


