Undip Global Classroom: Featuring Prof. Shigeo Sugimoto on Digital Archiving and Metadata—Basic Concepts and an Introduction to Japanese Activities

Semarang, 24 April 2026 – Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Universitas Diponegoro menyelenggarakan kegiatan Undip Global Classroom dalam rangka World Class University Program secara daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini menghadirkan Prof. Shigeo Sugimoto dari University of Tsukuba, Jepang, sebagai narasumber dengan materi bertajuk Digital Archiving and Metadata: Basic Concepts and an Introduction to Japanese Activities.

Prof. Sugimoto merupakan Professor Emeritus dari University of Tsukuba yang memiliki keahlian di bidang digital archiving, digital libraries, dan metadata. Beliau menempuh pendidikan sarjana hingga doktoral di Kyoto University dalam bidang Information Science, serta telah aktif berkontribusi dalam berbagai komite digital archiving dan metadata yang diselenggarakan oleh pemerintah Jepang. Selain itu, beliau juga terlibat aktif dalam komunitas metadata internasional, termasuk Dublin Core Metadata Initiative (DCMI)

Pada awal pemaparannya, Prof. Sugimoto memperkenalkan beberapa contoh implementasi digital archive di Jepang, seperti Japan Search sebagai portal arsip digital nasional, Hinagiku sebagai arsip digital dokumentasi Gempa Besar Jepang Timur 2011, serta Japan Center for Asian Historical Records (JACAR) yang menyediakan akses terhadap dokumen historis pemerintahan Jepang. Menunjukkan bagaimana digital archiving diterapkan untuk preservasi dan akses terhadap sumber daya budaya maupun historis.

Prof. Sugimoto selanjutnya menjelaskan konsep dasar digital archiving sebagai proses pengumpulan sumber daya dalam format digital, pengorganisasian ke dalam suatu koleksi, penyediaan akses kepada pengguna, serta preservasi jangka panjang terhadap material digital. Menurut beliau, digital archive tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan, tetapi juga sebagai sistem yang memungkinkan sumber daya digital untuk tetap dapat diakses, dikelola, dan dipelihara secara berkelanjutan.

Pada pembahasan mengenai metadata, Prof. Sugimoto mendefinisikannya sebagai “data about data,” yaitu informasi yang mendeskripsikan suatu sumber daya untuk tujuan tertentu, seperti pencarian, akses, dan pengelolaan informasi. Beliau menekankan bahwa metadata merupakan elemen fundamental dalam digital archiving karena memungkinkan sumber daya digital diorganisasi dan diakses secara sistematis.

Prof. Sugimoto juga menyoroti bahwa digital archiving tidak terbatas pada objek fisik seperti buku, manuskrip, atau dokumen sejarah, tetapi juga mencakup entitas intangible dan experiential seperti ritual, pertunjukan, festival, hingga peristiwa bencana. Menurut beliau, pengarsipan terhadap entitas tersebut dilakukan melalui proses perekaman atau dokumentasi atas manifestasi yang terjadi di dunia nyata sebelum dapat dilestarikan dalam bentuk digital.

Pada bagian penutup, Prof. Sugimoto menekankan bahwa salah satu tantangan utama dalam digital archiving adalah menjaga keberlanjutan sumber daya digital dalam jangka panjang. Hal tersebut mencakup pemeliharaan data digital, perangkat lunak, perangkat keras, serta teknologi pendukung lainnya agar arsip digital tetap dapat diakses seiring perkembangan zaman. Selain itu, beliau juga menyoroti berbagai isu masa depan dalam digital archiving, termasuk perkembangan kecerdasan buatan (AI) serta tantangan pengarsipan terhadap objek virtual dan sumber daya digital baru yang terus berkembang.

Penulis: Avery Wisageni P.S

Bagikan di:

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Berita terkait