Semarang, 30 April 2026 — Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro (UNDIP) kembali menyelenggarakan sesi UNDIP Global Classroom sebagai bagian dari program internasionalisasi akademik Universitas Diponegoro. Pada Kamis, 30 April 2026, mahasiswa mata kuliah Kepustakawanan Indonesia mendapatkan kesempatan langka untuk belajar langsung dari salah satu pakar ilmu perpustakaan terkemuka di dunia.
Narasumber yang dihadirkan adalah Prof. M.P. Satija, UGC Emeritus Fellow dan Honorary Professor dari Departemen Ilmu Perpustakaan dan Informasi, Guru Nanak Dev University, Amritsar, India. Prof. Satija merupakan salah satu otoritas terdepan dalam kajian pemikiran S.R. Ranganathan dan teori organisasi pengetahuan di tingkat internasional.
Dalam dua sesi yang berlangsung masing-masing selama 50 menit, Prof. Satija memaparkan materi bertajuk “Ranganathan’s Five Laws of Library Science: From Print Era to Digital Age”. Sesi pertama mengulas latar belakang historis dan fondasi filosofis Lima Hukum Perpustakaan Ranganathan di era cetak, sementara sesi kedua membahas relevansi dan validitas hukum-hukum tersebut di era perpustakaan digital masa kini.
Kegiatan ini merupakan bagian dari UNDIP Global Classroom, sebuah inisiatif akademik internasional yang mengintegrasikan dosen tamu dari luar negeri ke dalam perkuliahan reguler mahasiswa. Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh perspektif global, tetapi juga berkesempatan berinteraksi secara langsung dengan pakar kelas dunia dalam sesi tanya jawab yang interaktif.
“Ini adalah kesempatan yang sangat langka bagi mahasiswa kami,” ujar Fuad Wahyu Prabowo, S.IP., M.A., dosen pengampu mata kuliah Kepustakawanan Indonesia sekaligus koordinator kegiatan. “Belajar langsung dari seorang UGC Emeritus Fellow yang telah mendedikasikan hidupnya untuk kajian Ranganathan adalah pengalaman yang tidak dapat ditemukan dalam buku teks manapun.”
Program UNDIP Global Classroom diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro sebagai bagian dari komitmen universitas menuju World Class University dan memperluas jaringan akademik internasional.


